Selasa, 20 September 2011

kelebihan orang berlimu, Tipudaya syaitan dan Manusia yang hebat


Kelebihan orang berilmu

Beza orang ada ilmu dan orang takde ilmu ialah 500 tahun perjalanan darjatnya. Allah meletakkan ulama (orang yang berlimu) itu selepas malaikat kedudukannya. Jika ingin menghafal Quran, dengar dan bacalah Quran setiap hari selama berpuluh-puluh tahun. Apabila Allah meninggikan darjat kita dengan memberikan ilmu dan iman kepada kita, perangai kita akan menjadi lebih baik. Menurut Ibnu Abbas orang yang berilmu mempunyai darjat 700 kali ganda berbanding dengan orang yang tiada ilmu. Beza antara satu darjat ialah 500 tahun perjalanan.

Tipudaya syaitan

1.       Dari depan – syaitan jadikan kita tak takut dengan neraka
2.       Dari kanan – syaitan datang dari anak/isteri/suami
3.       Dari belakang – syaitan datang dari dunia
4.       Dari kiri – syaitan datang dari harta

Doa untuk elak gangguan syaitan sebelum sembahyang:

Allahumma inni a’u zubika minassyaita nirrajim min hamzihi wa naf sihi wa naf qihi.

Manusia yang hebat dan akan masuk syurga Insya Allah:

1.       Orang yang mengawal nafsu ketika suka
2.       Orang yang berjaya mengawal diri ketika marah
3.       Orang yang mengawal syahwat ketika bernafsu
4.       Orang yang yakin pada Allah

Kalau ada kemampuan – kewangan dan nafkah batin sila kahwin. Kalau kita miskin Allah akan bagi kaya lepas kahwin, Insya Allah.


AMALAN-AMALAN YANG BERLIPAT GANDA


Oleh: Sulaiman bin Shalih al Kharasyi
Penerjemah: Farid bin Muhammad al-Bathothy

Setiap orang muslim diantara kita tentu menginginkan berumur panjang supaya bertambah kebaikannya. Seperti yang disabdakan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam tatkala beliau ditanya: Siapakah orang yang paling baik itu? Beliau menjawab:
“Yaitu orang yang panjang umurnya dan baik amalannya.” (HR. Tirmidzi dan Ahmad).

Kehidupan di dunia ini merupakan tempat untuk menambah dan memperbanyak amalan-amalan yang baik agar manusia senang setelah kematian serta rela dengan apa yang ia kerjakan.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam telah memberitahukan bahwa umur umatnya ini antara enam puluh sampai tujuh puluh tahun, mereka tidak seperti umur-umur umat sebelumnya. Akan tetapi Beliau Shallallahu ‘alaihi wasallam telah menunjukkan mereka kepada perbuatan maupun ucapan yang dapat mengumpulkan pahala yang banyak dengan amalan yang sedikit lagi mudah, yang dapat menggantikan manusia dari tahun-tahun yang berlalu kalau dibandingkan dengan umat-umat sebelumnya. Dan inilah yang dinamakan dengan “Al-A’maal Al-Mudha’afah” (amalan-amalan yang berlipat ganda) yang tidak semua orang mengetahuinya.

Oleh karena itu saya hendak menyebutkan sebagian besar dari padanya pada tulisan yang singkat ini. Dengan harapan agar setiap orang diantara kita menambah umurnya (dengan amalan) yang produktif dalam kehidupan dunia ini. Agar tergolong dari orang-orang yang mengerti (untuk mengambil) selanya. (Kata pepatah): “Darimanakah bahu itu di makan”. Maka mereka memilih dari amalan-amalan tersebut mana yang paling ringan (dikerjakan) oleh jiwa dan paling besar pahalanya. Orang seperti ini bagaikan orang yang mengumpulkan permata-permata yang berharga dari dasar laut sementara manusia yang lain (hanya) mendapatkan ombaknya saja.

Berikut ini akan kami sebutkan amalan-amalan maupun ucapan-ucapan secara berurutan dan singkat, dengan disertai dalil dari setiap ucapan atau amalan yaitu dalil-dalil dari Kitabullah atau dari hadits-hadits yang shahih dan hasan. Allah-lah Yang Maha Pemberi taufiq untuk setiap kebaikan.

1. Silaturrahim
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda yang artinya: “Barangsiapa yang ingin dilapangkan rezekinya, dipanjangkan umurnya, maka hendaknya menyambung (tali) silaturrahimnya.” (HR. Bukhari dan Muslim).

2. Berakhlaq yang mulia
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda yang artinya: “Silaturrahim, berbudi mulia dan ramah pada tetangga (dapat) mendirikan kabilah dan menambah umur.” (HR. Ahmad dan Baihaqi).
3. Memperbanyak shalat di Haramain Syarifain
Berdasarkan sabdanya Shallallahu ‘alaihi wasallam yang artinya: “Shalat di masjidku ini (Masjid Nabawi) lebih baik dari seribu (shalat) daripada yang lain kecuali Masjidil Haram, dan shalat di Masjid haram itu lebih baik dari seratus ribu (shalat) daripada yang lain.” (HR. Ahmad dan Ibnu Majah).

4. Shalat berjama’ah bersama imam
Berdasarkan sabdanya Shallallahu ‘alaihi wasallam yang artinya: “Shalat berjama’ah itu lebih baik daripada shalat sendiri dengan dua puluh tujuh derajat.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Adapun perempuan shalat di rumah, dan hal itu lebih baik daripada mereka shalat di masjid, walaupun di Masjid nabawi. Berdasarkan sabda Shallallahu ‘alaihi wasallam kepada Ummu Humaid-salah satu dari shahabiyat- yang artinya: “Aku tahu bahwa kamu senang shalat bersamaku, tapi shalatmu di rumahmu itu lebih baik bagimu daripada shalatmu di kamarmu. Dan shalatmu di kamarmu itu lebih baik bagimu daripada shalatmu di tempat tinggalmu. Dan shalatmu di tempat tinggalmu lebih baik bagimu daripada shalatmu di Masjidku.” (HR. Ahmad).
Lalu setelah ini beliau Radhiyallahu ‘anha shalat di penghujung rumahnya di tempat yang gelap sampai beliau menemui ajalnya.

5. Melaksanakan shalat nafilah (sunnah) di rumah
Berdasarkan sabdanya Shallallahu ‘alaihi wasallam: “Keutamaan shalat seorang laki-laki di rumahnya dengan shalat yang dilihat oleh orang banyak seperti halnya keutamaan shalat fardhu atas shalat sunnah.” (HR. Baihaqi dan dishahihkan olah Albani). Bukti yang menguatkan hal itu juga sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam dalam shahih: “Sebaik-baik shalat seseorang adalah di rumahnya kecuali shalat wajib.” (HR. Bukhari dan Muslim).

6. Berhias dengan beberapa adab pada hari Jum’at
Yaitu yang terdapat pada sabdanya Shallallahu ‘alaihi wasallam: “Barangsiapa yang mandi (janabat) pada hari Jum’at kemudian berangkat di awal waktu, mendapatkan khutbah pertama, berjalan kaki tidak naik kendaraan, mendekat dari imam, mendengarkan khutbah dan tidak berbicara maka baginya setiap langkahnya adalah (bagaikan) amalan setahun dari pahala puasa dan shalat (taraweh)nya.” (HR. Ahlus Sunan).
Arti: “Ghassala” adalah membasuh kepalanya, dan ada yang mengartikan: “Menggaulinya isterinya agar matanya tidak melihat yang haram pada hari itu. Sedang arti: “Bakkara” adalah berangkat (ke masjid) di awal waktu. Dan “Ibtikara” adalah mendapatkan khutbah pertama.

7. Shalat Dhuha
Berdasarkan sabdanya Shallallahu ‘alaihi wasallam yang artinya: “Bila masuk waktu pagi maka setiap jari-jari tangan kamu ada kewajiban shadaqah, lalu setiap (bacaan) tasbih adalah shadaqah, tahmid adalah shadaqah, tahlil adalah shadaqah, takbir adalah shadaqah, amar ma’ruf adalah shadaqah, nahi mungkar adalah shadaqah, dan cukup dari itu semuanya dengan shalat dua raka’at waktu Dhuha.” (HR. Muslim).

Makna: “Sulamaa” adalah lipatan-lipatan organ tubuh seseorang yang berjumlah 360 lipatan/engsel. Dan sebaik-baik waktu shalat Dhuha itu tatkala matahari sangat panas, berdasarkan sabdanya Shallallahu ‘alaihi wasallam yang artinya: “Shalat orang-orang yang bertaubat itu ketika anak unta itu terasa sangat panas.” HR. Muslim).
Maksudnya: tatkala anak unta itu berdiri dari tempatnya karena terik matahari yang sangat panas.

8. Menghajikan orang lain atas biayanya setiap setahun
Berdasarkan sabdanya Shallallahu ‘alaihi wasallam yang artinya: “Kerjakanlah haji dan umrah itu berturut-turut, karena sesungguhnya ia (dapat) menghilangkan kefaqiran dan dosa seperti ubupan (alat peniup api) tukang besi yang menghilangkan karat besi, emas dan perak.” (HR. Tirmidzi dan dishahihkan oleh Albani).

Dan kadang-kadang seseorang tidak bisa melakukan haji setiap tahun, oleh karena itu hendaknya ia menghajikan orang –atas biayanya- yang mampu badannya (dalam mengadakan perjalanan ke Baitullah).

9. Shalat setelah terbitnya matahari
Berdasarkan sabdanya Shallallahu ‘alaihi wasallam yang artinya: “Barangsiapa shalat subuh dengan berjama’ah kemudian ia duduk sambil berdzikir kepada Allah sampai terbitnya matahari lalu shalat dua raka’at maka baginya seperti ibadah haji dan umrah yang sempurna, yang sempurna, yang sempurna.” (HR. Tirmidzi dan dishahihkan oleh Albani).

10. Menghadiri halaqah-halaqah ilmu di masjid
Berdasarkan sabdanya Shallallahu ‘alaihi wasallam yang artinya: “Barangsiapa yang berangkat ke masjid dia tidak menginginkan kecuali untuk belajar sesuatu kebaikan atau mengajarinya maka baginya adalah seperti pahala orang yang beribadah haji dengan sempurna.” (HR. Ath-Thabrani dan dishahihkan oleh Albani).

11. Melaksanakan umrah pada Bulan Ramadhan
Berdasarkan sabdanya Shallallahu ‘alaihi wasallam yang artinya: “Umrah di Bulan Ramadhan sama dengan haji bersamaku.” (HR. Bukhari).

12. Melaksanakan shalat lima waktu di masjid
Berdasarkan sabdanya Shallallahu ‘alaihi wasallam yang artinya: “Barangsiapa keluar dari rumahnya dalam keadaan suci untuk shalat fardhu maka pahalanya seperti haji.” (HR. Abu Daud dan dishahihkan olah Albani).

Dan yang lebih utama agar keluar dari rumahnya sudah dalam keadaan suci, bukan bersuci di toilet masjid kecuali dalam keadaan terpaksa dan darurat.

13. Hendaknya berada di shaf yang pertama
Berdasarkan ucapan “irbadh bin sariyah Radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam memintakan ampunan (kepada Allah) bagi orang yang berada di shaf yang pertama tiga kali, dan shaf yang kedua satu kali. (HR. an-Nasai dan Ibnu Majah).
Dan berdasarkan sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam juga yang artinya: “Sesungguhnya Allah dan malaikat-Nya membacakan shalawat kepada orang-orang yang ada di shaf pertama.” (HR. Ahmad dengan sanad yang baik).

14. Shalat di Masjid Quba
Berdasarkan sabdanya Shallallahu ‘alaihi wasallam yang artinya: “Barangsiapa yang bersuci dari rumahnya kemudian ia datang ke Masjid Quba lalu shalat di dalamnya maka baginya seperti pahala umrah.” (HR. an-Nasai dan Ibnu Majah).

15. Menjadi Tukang Adzan
Berdasarkan sabdanya Shallallahu ‘alaihi wasallam yang artinya: “Tukang adzan itu akan diampuni (dosanya) sepanjang suaranya (terdengar), dan dibenarkan oleh orang yang mendengarkannya baik basah maupun kering dan juga baginya pahala orang yang shalat bersamanya.” (HR. Ahmad dan an-Nasai).

Apabila anda tidak dapat menjadi tukang adzan itu maka paling tidak anda harus mendapatkan pahala yang setimpal dengannya, yaitu:

16. Untuk mengucapkan seperti yang dikatakan oleh tukang adzan itu
Berdasarkan sabdanya Shallallahu ‘alaihi wasallam yang artinya: “Katakanlah seperti yang dikatakan oleh muadzin, bila kamu sudah selesai maka mohonlah (kepada Allah) niscaya dia akan memberimu.” (HR. Abu Daud dan an-Nasai).

Maksudnya: memohonlah setelah kamu selesai menjawab muadzin itu.

17. Puasa Ramadhan dan enam hari di Bulan Syawwal setelahnya
Berdasarkan sabdanya Shallallahu ‘alaihi wasallam yang artinya: “Barangsiapa Puasa Ramadhan kemudian diikuti enam hari di Bulan Syawwal maka (pahalanya) seperti puasa setahun.” (HR. Muslim).

18. Puasa tiga hari setiap bulan (tanggal: 13, 14 dan 15 Bulan Qomariyah)
Berdasarkan sabdanya Shallallahu ‘alaihi wasallam yang artinya: “Barangsiapa puasa tiga hari dari setiap bulan maka itulah (pahalanya seperti) puasa setahun.” Kemudian Allah menurunkan firman-Nya sebagai pembenaran dalam kitab-Nya yang artinya: “Barangsiapa membawa amal yang baik maka baginya (pahala) sepuluh kali lipat amalnya.” (QS. Al An’am:160). Satu hari sama dengan sepuluh hari (HR. at-Tirmidzi).

19. Memberi makanan untuk berbuka puasa bagi orang-orang yang berpuasa
Berdasarkan sabdanya Shallallahu ‘alaihi wasallam yang artinya: “Barangsiapa yang memberikan makanan untuk berbuka puasa bagi orang yang berpuasa maka baginya seperti pahalaya tanpa dikurangi sedikitpun dari pahala orang yang berpuasa itu.” (HR. at-Tirmidzi dan Ibnu Majah).

20. Shalat pada malam Lailatul Qadr
Berdasarkan firman Allah Ta’ala yang artinya: “Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan.” (QS. Al-Qadr:3). Maksudnya: lebih baik daripada ibadah selama 83 tahun kira-kira.

21. Jihad
Berdasarkan sabdanya Shallallahu ‘alaihi wasallam yang artinya: “Kedudukan seseorang dalam shaf (jihad) fi sabilillah lebih baik daripada ibadah enam puluh tahun.” (HR. Hakim dan dishahihkan oleh Albani).

Dan ini merupakan keutamaan kedudukan/posisi dalam shaf (jihad), lalu bagaimana dengan orang yang berjihad fi sabilillah dalam tempo berhari-hari, berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun?

22. Ar Ribath (bersiap siaga di perbatasan musuh)
Berdasarkan sabdanya Shallallahu ‘alaihi wasallam yang artinya: “Barangsiapa yang tetap bersiap siaga (diperbatasan musuh) fi sabilillah dalam satu hari satu malam maka baginya pahala seperti puasa satu bulan penuh dengan shalat malamnya. Dan barang siapa yang meninggal dalam keadaan bersiap siaga maka baginya seperti itu juga pahalanya, dan ia diberikan rezeki serta diamankan dari fitnah.” (HR. Muslim).
Yang dimaksud dengan “fitnah” disini adalah siksa kubur.

23. Amal shalih pada sepuluh Dzulhijjah
Berdasarkan sabdanya Shallallahu ‘alaihi wasallam yang artinya: “Tidak ada hari dimana amal shalih dalam sepuluh (Dzulhijjah) lebih dicintai oleh Allah daripada hari-hari lainnya.” Para shahabat bertanya: Wahai Rasulullah, juga tidak jihad di jalan Allah? Beliau menjawab: Juga tidak jihad di jalan Allah, kecuali orang yang mengeluarkan dengan harta dan jiwanya sementara ia tidak kembali sedkitpun.” (HR. Bukhari).

24.Mengulang-ulangi beberapa surat Al-Qur’an
Berdasarkan sabdanya Shallallahu ‘alaihi wasallam yang artinya: “Surat al-Ikhlash sama dengan sepertiga al-qur’an dan surat al-Falaq sama dengan seperempat al-Qur’an.” (HR. ath-Thabarani dan dishahihkan olah Albani).

25. Berdzikir yang pahalanya berlipat ganda dan hal ini banyak (macamnya)
Diantaranya bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam ketika keluar dari (rumah isterinya) Juwairiyah Ummul Mu’minin Radhiyallahu ‘anha disaat pagi hari ketika beliau shalat subuh sedang dia berada di tempat shalatnya. Kemudian Rasulullah pulang setelah shalat dhuha sementara Ummul mu’minin sedang duduk (di tempat shalatnya), seraya beliau bertanya: “Masihkah engkau dalam keadaan yang tatkala aku tinggalkan?” Ummul mu’minin menjawab: Ya, benar. Lalu beliau bersabda: “Aku telah mengucapkan empat kalimat tiga kali setelahmu seandainya kalimat-kalimat itu ditimbang dengan apa yang kamu ucapkan mulai hari ini pasti (kalimat-kalimat itu) akan lebih berat, yaitu: “Subhaanallahi wa bihamdihi ‘adada khalqihi waridhaanafsihi wazinata’arsihi wamidaada kalimaatihi: maha suci Allah dan segala puji bagi-Nya, Yang menghitung ciptaan-Nya, Yang ridha dengan Dzat-Nya, berat ‘arsi-Nya dan tinta kalimat-kalimat-Nya.” (HR. Muslim).

Dari Abu Umamah Radhiyallahu ‘anhu berkata: nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam melihatku dan aku sedang menggerakkan bibirku lalu beliau bertanya: “Apa yang kamu ucapkan wahai Abu Umamah? Saya menjawab: Saya berdzikir dan menyebut Allah. Kemudian (beliau mengajariku) lalu bersabda: “Maukah kamu aku tunjukkan kepada yang lebih banyak (pahalanya) dalam berdzikir kepada Allah di siang hari dan malam hari? Maka ucapkanlah:
“Walhamdulillahi mil amaa ahshaa kitaabahu, walhamdulillahi ‘adada kulla syay in, walhamdulillahi mil a kulla syay in: segala puji bagi Allah Yang Menghitung apa yang diciptakan-Nya, segala puji bagi-Nya sepenuh apa yang diciptakan-Nya, segala puji bagi-Nya yang Menghitung apa yang (terdapat) dalam langit dan bumi, segala puji bagi-Nya Yang menghitung apa yang (termaktub) dalam kitab-Nya, segala puji bagi-Nya sepenuh apa yang (termaktub) dalam kitab-Nya, segala puji bagi-Nya Yang Menghitung segala sesuatu, dan segala puji bagi-Nya sepenuh segala sesuatu.”

“Dan hendaklah kamu bertasbih kepada Allah seperti itu” Lalu beliau meneruskan sabdanya: “Pelajarilah (do’a-do’a ini) dan ajarilah orang-orang setelahmu.” (HR. ath-Thabarani dan dishahihkan oleh Albani).

26. Istighfar yang berlipat ganda
Berdasarkan sabda Beliau Shallallahu ‘alaihi wasallam yang artinya: “Barangsiapa yang memintakan ampunan bagi orang-orang mu’minin maupun mu’minah Allah akan menulis dari seperti mu’minin maupun mu’minah sebagai satu kebajikan.” (HR. ath-Thabarani dan dishahihkan oleh Albani).

27. Melaksanakan kepentingan manusia
Berdasarkan sabda Beliau Shallallahu ‘alaihi wasallam yang artinya: “Sesungguhnya bila aku berjalan dengan saudaraku muslim untuk memenuhi suatu hajatnya lebih saya cintai daripada saya beri’tikaf di masjid selama satu bulan.” (HR. Ibnu Abi Dun-yaa dan dihasankan oleh Albani).

28. Perbuatan-perbuatan yang pahalanya senantiasa mengalir sampai setelah mati
Yaitu yang dijelaskan dalam hadits Beliau Shallallahu ‘alaihi wasallam yang artinya: “Ada empat macam pahala yang selalu mengucur (walaupun) setelah meninggal: “Seseorang yang selalu siap siaga (di perbatasan musuh) di jalan Allah, seseorang yang mengajarkan suatu ilmu maka pahalanya akan selalu mengucur selama ilmu itu diamalkan, seseorang yang memberi shadaqah maka pahalanya akan selalu mengucur (kepadanya) selama (shadaqah tersebut) dipergunakan dan seorang ayah yang meninggalkan anak yang shalih yang mendo’akan kepadanya.” (HR. Ahmad dan Thabrani).

29. Mempergunakan waktu
Hendaknya seorang muslim menggunakan waktunya dengan ketaatan (kepada Allah). Seperti membaca al-Qur’an, berdzikir, ibadah, mendengarkan kaset-kaset yang bermanfaat agar waktunya tidak sia-sia belaka agar ia tidak dilalaikan dimana saat itu tidak bermanfaat lagi kelalaian, seperti yang disabdakan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam yang artinya: “Dua nikmat yang (sering) dilupakan oleh kebanyakan orang, yaitu: kesehatan dan kekosongan (waktu).” (HR. Bukhari).

Allah-lah yang Maha Memberikan taufiq kepada kita semua agar umur kita dipanjangkan oleh-Nya dalam kebaikan. Dan dapat mempergunakan kesempatan-kesempatan yang berlipat ganda (pahalanya) dimana kebanyakan orang melalaikannya.

Apabila Kita Ditimpa Masalah


1.Sandarkan Harapan Pada Allah SWT
Setiap ujian yang datang sebenarnya mempunyai banyak hikmah di sebaliknya. Yakinlah bahawa setiap kesusahan yang kita tempuhi pasti akan diganti dengan kesenangan. Ini bersesuaian dengan firman Allah dalam surah Al-Insyirah ayat 1-8 yang antara lain bermaksud: 



“Sesungguhnya selepas kesulitan itu pasti ada kemudahan”.


”Cukuplah Allah bagiku. Tidak ada Tuhan selain dari Nya. Hanya kepada Nya aku bertawakal.” (At-Taubah: 129)


2. Minta Pertolongan Dari Allah SWT
“Dan mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan jalan yang sabar dan dengan mengerjakan solat; dan sesungguhnya solat itu amatlah berat kecuali kepada orang-orang yang khusyuk.” (Al-Baqarah: 45)



3. Jangan Sedih dan Kecewa 
“Janganlah kamu bersikap lemah dan janganlah pula kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi darjatnya jika kamu orang-orang yang beriman.” (Ali-Imran:139)



Yakinlah dengan janji Allah itu dan jangan cepat putus asa dengan masalah yang dihadapi sebaliknya tingkatkan usaha dan kuatkan semangat untuk mengatasinya, lihat maksud firman Allah di bawah:


“ …dan janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah melainkan kaum yang kafir” (Yusuf : 12)


4. Luahkan masalah tersebut pada teman-teman yang dipercayai, walaupun dia mungkin tidak dapat membantu, tetapi sekurang-kurangnya ia dapat meringankan beban yang kamu tanggung.


5. Bandingkan masalah kita dengan masalah orang lain, mungkin masalah orang lebih besar dari masalah kita, perkara ini juga boleh membuatkan kita lebih tenang ketika menyelesaikan masalah.


Ketahuilah bahawa ujian yang datang juga tandanya Allah sayangkan kita. Jadi ambillah masa untuk menilai diri dan meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah dalam apa jua yang kita lakukan. Lakukanlah untuk mencari redha Allah SWT. Fikir dengan positif bahawa setiap dugaan datang dari Allah dan pasti ada hikmah yang tersendiri.


“Boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia amat baik bagimu dan boleh jadi pula kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu. Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui.” (Al-Baqarah: 216)

Zikir dan Doa Nabi Khidir AS

Bacalah zikir seperti ini (yang maksudnya): 

Maha Suci (Tuhan) Yang Maha Esa yang tidak ada Tuhan selain-Nya.
Maha Suci (Tuhan) Yang Maha terdahulu dan tidak ada yang menjadikan-Nya.
Maha Suci (Tuhan) Yang Maha Kekal dan tidak akan binasa.
Maha Suci (Tuhan) Yang Dia setiap hari dalam kesibukan.
Maha Suci (Tuhan) Yang Maha Menghidupkan dan Maha Mematikan.
Maha Suci (Tuhan) yang telah menciptakan apa yang dilihat dan tidak kelihatan.
Maha Suci (Tuhan) yang mengajari segala sesuatu tanpa pengajaran secara langsung.



Dan doa ini:



بِسْمِ اللهِ الرَّ حْمَنِ الرَّ حِيْمِ
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَّى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ اَلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ
دُ عَاء الفرَج لِسَيِِّدِنَا الخِضِرْ عَلَيْة السَّلاَم

اَللَّهُمَّ كَمَا لَطَفْتَ فِى عَظَمَتِكَ دُونَ اللّطَفَاءِ وَعَلوْتَ بِعَظَمَتِكَ عَلَى الْعُظَمَاءِ ، وَعَلِمْتَ مَاتَحْتَ أَرِضِكَ كَعِلْمِكَ بِمَا فَوْقَ عَرْشِكَ ، وَكَا نَتِ وَسَاوسُ الصدورِ كَاْلعَلاَ نِيَّة عِنْدَكَ ، وَعَلاَ نَّيِةُ اْلقَوْلِ كَالسَّر فِى عِلْمِكَ ، وَانْقَادَ كُلُّ شَىْء لِعَظَمَتِكَ ، وَخَضَعَ كُلُّ ذِى سُلْطَانٍ لسُلْطَانِكَ ، وَصَارَ أَمْرُ الدُّنْيَا والاَخِرَةِ كُلُّه بِيَدِكَ . اِجْعَلْ لِى مِنْ كُلَ هَمٍ أَصْبَحْتُ أَوْ أَمْسَيْتُ فِيهِ فَرَجَا وَمَخرَ جَا اللَّهُمَّ إِنَّ عَفَوَكَ عَنْ ذُنُوبِى ، وَتَجَاوَزَكَ عَنْ خَطِيئَتىِ ، وَسِتْركَ عَلَى قَبِيحِ عَمَلِى ، أَطمِعْني أَنْ أَسْألَُكَ مَا لاَ أَسْتَوْجِبُهُ مِنْكَ مِمَّا قَصَّرْتُ فِيهِ ، أَدْعُوكَ اَمِنا وَأَسْأ لك مُسْتَأنِسَا . وَإِنَّكَ الْمحْسِنُ إِلَّى ، وَأَنَا الْمُسِى إلى نَفْسِى فِيِمَا بَيْنِى وَبَيْنَكَ ، تَتَوَدَدُ إِلىَّ بِنِعْمَتِكَ وَأَتَبَغَّضُ إلَيْكَ بِالْمعَاصِى وَلَكِنَّ الثَّقَةُ بِكَ حَمَلَتْنِى علَى الْجراءَةِ عَلَيْكَ فَعُدْ بِفَضْلِكَ وإحْسِانِكَ عَلَي إِنَّكَ أَنْتَ التَّوِابُ الَّرَحِيم وَصَلَ الله ُعَلَى سَيِدِنَا مُحَمَّدٍ وَ اَلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ




Allohumma kama lathofta fi ‘adhomatika dunal luthofa’i wa alauta bi ‘adhomatika ‘alal ‘udhoma’ wa ‘alimta ma tahta ardhika ka’ilmika bima fauqo ‘arsyika wa kanat wasawisusshuduri wa alaniyyatul qouli ‘indaka kassirri fi ‘ilmika wanqoda kullu syaiun li ‘adhomatika wakhodho’a kullu dzi sulthoni lisulthonika wa shoro amrud dunya wal akhiroti kulluhu biyadika ij’alli min kulli hammin wa ghommin “ashbachtu au amsaitu” fihi farrojan wa makhrojan. Allohumma inna ‘afwaka andzunubi wa tajawuzaka ‘an khothi-ati wa sitroka ‘ala qobichi ‘amali ath ‘amani ‘an as-alaka ma la astaujibuhu mimma qoshortu fihi ad-’uka amina wa as-alaka musta’nisaw wa innakal muchsinu ilayya wa anal musi-u ila nafsi fima baini wa bainaka tatawaddadu ilayya bi ni’amika wa atabaghodhu ilaika bil ma-ashi wa lakkinatsiqotu bika chamalatni ‘alal jaro-ati ‘alaika fajud bifadhlika wa ichsanika ‘alayya innaka antattawwaburrochim wa shollallohu ‘ala sayyidina Muchammad wa ‘ala alihi wa sochbihi wa sallam.


Wahai Allah, Sebagaimana Engkau telah berlemah lembut dalam Keagungan Mu melebih segenap kelembutan, dan Engkau Maha Luhur dan Keagungan Mu melebihi semua Keagungan, Dan Engkau Maha Mengetahui terhadap apa apa yg terjadi di Bumi sebagaimana Engkau Maha Mengetahui apa apa yg terjadi Arsy Mu, dan semua yg telah terpendam merisaukan hati adalah jelas terlihat dihadapan Mu, dan segala yg terang terangan diucapkan adalah Rahasia Yang terpendam dalam Pengetahuan Mu, dan patuhlah segala sesuatu pada Keagungan Mu, dan tunduk segala penguasa dibawah Kekuasaan Mu, maka jadilah segenap permasalahan dunia dan akhirat dalam Genggaman Mu, Maka jadikanlah segala permasalahanku dan kesulitanku segera terselesaikan dan termudahkan pada pagiku atau soreku ini, Wahai Allah kumohon maaf Mu atas dosa dosaku, dan kumohon pengampunan Mu atas kesalahan kesalahanku, dan kumohon tabir penutup Mu dari keburukan amal amalku, berilah aku dan puaskan aku dari permohonanku yg sebenarnya tidak pantas diberikan pada Ku karena kehinaanku, kumohon pada Mu keamanan, dan kumohon pada Mu Kedamaian bersama Mu, Sungguh selalu berbuat baik padaku, sedangkan aku selalu berbuat buruk terhadap diriku atas hubunganku dengan Mu, Kau Ulurkan Cinta kasih sayang lembut Mu padaku dengan kenikmatan kenikmatan Mu, sedangkan aku selalu memancing kemurkaan Mu dg perbuatan dosa, namun kuatnya kepercayaanku pada Mu membawaku untuk memberanikan diri lancang memohon pada Mu, maka kembalikanlah dengan Anugerah Mu dan Kebaikan Mu padaku, Sungguh Engkau Maha Menerima hamba hamba yg menyesal dan Engkau Maha Berkasih sayang,
Dan shalawat serta salam atas Sayyidina Muhammad serta keluarga dan limpahan salam, dan segala puji bagi Allah Pemilik Alam semesta.

Kelebihan Orang Bertakwa Menurut Al-Quran



Sebenarnya, janji Allah kepada orang-orang yang bertaqwa sudah tertera dengan begitu jelas di dalam kitabNya, iaitu kitab suci Al-Qur'an Al Karim. Bahkan Allah SWT telah memberikan janjiNya kepada orang yang bertaqwa dengan begitu banyak dan begitu terperinci

1. Orang bertaqwa mendapat tempat yang mulia pada hari kiamat
QS. Al-Baqarah (2) : 212
Kehidupan dunia dijadikan indah dalam pandangan orang-orang kafir, dan mereka memandang hina orang-orang yang beriman. Padahal orang-orang yang bertakwa itu lebih mulia daripada mereka di hari kiamat. Dan Allah memberi rezki kepada orang-orang yang dikehendaki-Nya tanpa batas.

2. Orang bertaqwa mendapat balasan Syurga
QS. Ali Imran (3) : 15
Katakanlah: "Inginkah aku khabarkan kepadamu apa yang lebih baik dari yang demikian itu?" Untuk orang-orang yang bertakwa (kepada Allah), pada sisi Tuhan mereka ada syurga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya. Dan (mereka dikurniai) isteri-isteri yang disucikan serta keredhaan Allah: Dan Allah Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya.

3. Orang bertaqwa mendapat keuntungan
QS. Al-Maidah (5) : 100
Katakanlah: "Tidak sama yang buruk dengan yang baik, meskipun banyaknya yang buruk itu menarik hatimu, maka bertakwalah kepada Allah hai orang-orang yang berakal, agar kamu mendapat keuntungan."

4. Orang bertaqwa tidak merasa bimbang
QS. Al-A'raaf (7) : 35
Hai anak-anak Adam, jika datang kepadamu rasul-rasul daripada kamu yang menceritakan kepadamu ayat-ayat-Ku, maka barangsiapa yang bertakwa dan mebuat kebaikan, tidaklah ada kebimbangan terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.

5. Orang bertaqwa mendapatkan berkat dari langit dan bumi
QS. Al-A'raaf (7) : 96
Jikalau sekiranya penduduk sesuatu negeri itu beriman dan bertakwa, nescaya Kami akan melimpahkan kepada mereka berkat dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatan mereka.

6. Orang bertaqwa selalu ingat kepada Allah
QS. Al-A'raaf (7) : 201
Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa bila mereka ditimpa was-was dari syaitan, mereka ingat kepada Allah, maka ketika itu juga mereka melihat kesalahan-kesalahannya.

7. Mendapat kehormatan di sisi Allah
Al-Hujurat (49) : 13
manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang lelaki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mendalam pengetahuanNya.

8. Diberi kemudahan dalam urusannya
QS. At-Talaq (65) : 4
Dan perempuan-perempuan yang tidak haid lagi (monopause) di antara perempuan-perempuanmu jika kamu ragu-ragu (tentang masa iddahnya) maka iddah mereka adalah tiga bulan; dan begitu (pula) perempuan-perempuan yang tidak haid. Dan perempuan-perempuan yang hamil, waktu iddah mereka itu ialah sampai mereka melahirkan kandungannya. Dan barangsiapa yang bertakwa kepada Allah nescaya Allah menjadikan baginya kemudahan dalam urusannya.

9. Diberi jalan keluar dari berbagai kesulitan, dan diberi rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka
QS. At-Talaq (65) : 2-3
Apabila mereka telah mendekati akhir iddahnya, maka rujukilah mereka dengan baik atau lepaskanlah mereka dengan baik dan persaksikanlah dengan dua orang saksi yang adil di antara kamu dan hendaklah kamu tegakkan kesaksian itu kerana Allah. Dengan hukum-hukum yang tersebut diberi peringatan dan pengajaran kepada sesiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhirat. Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah nescaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar (dari perkara yang menyusahkannya). Dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah nescaya Allah akan mencukupkan (keperluan) nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan (yang dikehendaki) Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu.

10. Mendapatkan rahmat dan cahaya

QS. Al-Hadiid (57) : 28
Hai orang-orang yang beriman (kepada para rasul), bertakwalah kepada Allah dan berimanlah kepada Rasul-Nya, niscaya Allah memberikan rahmat-Nya kepadamu dua bahagian, dan menjadikan untukmu cahaya yang dengan cahaya itu kamu dapat berjalan dan Dia mengampuni kamu. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Komik Tuah Bab 4 : Slayer pengedar dadah?


Nota dari Andika (penulis): Cerita ini hanyalah cerita rekaan semata-mata. Watak-watak yang diwujudkan dalam cerita ini hanyalah khayalan penulis semata-mata dan tiada kaitan dengan watak yang masih hidup mahupun watak yang telah meninggal dunia.

Kisah terdahulu: Secara tidak sengaja, Kimex telah menemui sebilah keris dalam Sungai Klang lalu berlaku perkara-perkara yang menyeramkan di dorm Kimex. Setelah itu, ada jin bernama Raden yang mengaku bertanggungjawab terhadap perkara yang menyeramkan tersebut. Menurut Raden, dia adalah semangat kepada keris yang dijumpai Kimex dan keris tersebut ialah Keris Taming Sari. Jin tersebut mengajar Kimex hikmat menjelma dan ilmu silat. Dengan ilmu tersebut, Kimex telah berjaya menyelamatkan seorang gadis dari sekumpulan orang jahat. 

Cerita Tuah bersambung pada pagi hari persekolahan.

Di Kawasan Perhimpunan Pagi
Tuan Haji Arof : Murid-murid sekalian. Semalam, ketua warden kita, Rambo telah cedera kerana tertikam sebilah keris. Ini yang saya nak tahu, samseng mana yang berani bawak keris ke sekolah ni?
<Pelajar SAS bercakap sesame sendiri menimbulkan suasana bising>
Tuan Haji Arof : Kenapa kamu bising?! Kamu ingat saya main-main?! Baiklah, saya bagi peluang sehingga akhir minggu ni agar tuan kepada keris tu untuk datang berjumpa saya dan meminta maaf. Kalau dia buat begitu, hukuman dia akan diringankan. Kalau dia tak memunculkan diri dan saya dapat tangkap dia kemudian, dia akan dikenakan dengan hukuman seberat-beratnya, faham!? Perhimpunan bersurai.
<Semua plajar berjalan ke kelas masing-masing>
Z’run : Kimex, Kimex. Aku ada berita tak baik pasal Slayer.
Kimex : Apa dier?
Z’run : Aku dah jumpa Tuan Haji Arof minggu lepas dan citer kat Tuan Haji Arof yang Slayer sengaja bagi budak-budak makan lauk ayam sikit walaupun ayam banyak lebih dan yang selebihnya dia bedal.
Kimex : Habis tu apa Tuan Haji Arof cakap?
Z’run : Tuan Haji Arof kata kalau nak tuduh Slayer mesti ada bukti.
Kimex : Habis macamana kita nak dapatkan bukti?
Z’run : Hehe! Kau tengok ni? Digital kamera tau. Dengan ini kita akan dapatkan buktinya malam ini.
Kimex : Tak payahlah macam tu sekali Z’run. Aku tak kisahpun pasal Slayer tuh.
Z’run : Mana boleh Kimex. Slayer tu dah melampau. Ada khabar angin mengatakan tiap-tiap hari ada ayam lebih separuh besen dan Slayer akan jual ayam lebih tu kat pasal malam.
Kimex : Ye ker? Ini sudah melampau. Slayer tu dah la tak bagi orang lain makan lebih, dia bedal lepas tu jual pulak lagi. Ok, kita siasat perkara ni malam ni jugak.
Z’run : Jumpa kat bilik aku kol 11 malam nanti ok.
Kimex : Ok.

Pukul 11 malam di bilik Z’run
<Kimex dan Zrun berpakaian serba hitam>
Z’run : Ok Kimex. Jom kita mulakan siasatan kita,
<Mereka bedua berjalan ke dewan makan SAS>
Zrun : Shhh! Kimex. Slow-slow. Kalau kita kena tangkap dengan Slayer, mati kita.
Kimex : Ok, kat mana kita nak tunggu malam ni?
Zrun : Kita tunggu dekat bawah bangsal buruk tu sampai kita dapat bukti yang kita cari.
Kimex : Ok
<Kimex dan Zrunpun pergi ke sebuah bangsal buruk tidak jauh dari dewan makan tersebut dan menunggu dengan sabar. Setelah berjam-jam menunggu, tiba-tiba sebuah van muncul>
Zrun : Eh, itu van dari sekolah anak-anak yatim Tengku Badriah. Apa van tu buat dekat sini?
<Van tersebut berhenti dekat dewan makan lalu Slayer keluar dengan sebesen lauk ayam>
Zrun : Haa, kan betul khabar angin tu. Rupa-rupanya Slayer jual lauk ayam lebih tu dekat Sekolah anak-anak yatim Tengku Badriah. Cis, sepatutnya Slayer bersedekah ajelah lauk ayam lebih tu dekat anak-anak yatim tu.
Kimex : Zrun, ambil gambar cepat.
Zrun : Haaa, ok, ok.
<Zrun mengambil gambar apa yang berlaku>
Kimex : Zrun, kau perasan tak, duit yang diberi oleh orang dari sekolah anak-anak yatim tu kepada Slayer?
Zrun : Ngaper Kimex?
Kimex : Duit tu banyak sangat. Aku anggarkan kalau tak beratus-ratus, beribu-ribu. Takkanlah harga ayam setengah besen tu ribu-ribu?
Zrun : Mesti ada sesuatu yang tak kena ni.
Kimex : Kita tunggu semua orang belah dulu baru kita keluar perlahan-lahan.
<Kimex dan Zrun menunggu selepas semua orang tiada, kemudian keluar perlahan-lahan>
Zrun : Kimex, aku rasa seram sejuk la. Entah-entah Slayer ada lagi kat sini tak?
Kimex : Tadi kita nampak dia dah pergikan.
<Tiba-tiba terdapat satu lembaga memegang pisau memasak menghampiri mereka dari belakang>
<Raden muncul>
Raden : Bos, bahaya bos. Slayer ada dekat belakang bos.
<Kimex pandang belakang lalu nampak Slayer>
Kimex : Zrun, lari Zrun. Slayer ada kat belakang kita pegang pisau memasak.
<Zrun pandang belakang, terkejut dan lari dengan kuat>
Slayer : Hahaha! Budak, dewan makan ni aku dah kunci. Berani korang mengintip aktiviti aku yer. Siap korang.
<Kimex dan Tuah lari ke sebelah sana dewan makan lalu menyorok bawak meja>
Kimex : (Dalam hati) Alamak! Zrun ada dekat sini, aku tak boleh menjelma. Macamana ni?
Raden : Bos, gunakan ilmu memanggil keris Taming Sari tu untuk mempertahankan diri.
Kimex : Ok.
<Kimex menghulurkan tangannya sampil memejamkan matanya>
<Sementara itu di bilik Tuan Haji Arof, kelihatan Tuan Haji Arof tengah buat kerja sambil mengomel>
<Tiba-tiba almari di dalam bilik Arof bergegar>
Arof : Eh, apasal ni?
<Tiba-tiba almari tersebut terbuka dan keris Taming Sari tersebut melayang di udara. Tuan Haji Arof terkejut lantas terjatuh dari kerusinya. Berdebup!>
<Sementara itu, di dewan makan, keris Taming Sari melayang ke tangan Kimex>
Kimex : Hehe! Raden, aku dah mahir dengan hikmat memanggil keris Taming Sari ni.
Zrun : Kimex, kau cakap dengan saper? Eh, mana kau dapat keris ni?
Kimex : Zrun, nanti aku cerita pasal keris ni. Mula-mula sekali, kita kena kalahkan Slayer dulu kalau nak keluar dari dewan makan ni.
<Tiba-tiba bunyi tapak kaki Slayer makin dekat>
Kimex : Zrun, biar aku lawan Slayer, kau tunggu kat sini.
<Kimex keluar dari tempat persembunyiannya>
Kimex : Hoi Slayer! Kitaorang dah tahu yang kau ni sebenarnya pengedar dadah kat SAS ni (dalam hati: sebenarnya aku agak aje).
Slayer : Hahaha. Kau dah tahu yer. Tapi sayangnya, kau tak akan beritahu siapa-siapa sebab kau akan mati pada hari ni.
<Slayer menerkan Kimex dengan pisau memasak, Kimex mengelak lalu mengenakan satu tendangan pada Slayer>
Slayer : Hahaha. Tendangan apa ni. Tak sakitpun.
Kimex : Alamak, disebabkan aku tak menjelma, kekuatan aku hanyalah kekuatan budak berumur 16 tahun dan bukannya kekuatan Hang Tuah.
<Slayer terus menyerang Kimex dengan pisau memasaknya. Kimex hanya mampu bertahan>
<Tiba-tiba keris di tangan Kimex telepas melayang apabila menahan tetakan pisau memasak Slayer>
Slayer : Haha! Kau dah takde senjata lagi. Mana kau mahu lari sekarang?
<Kimex berundur perlahan-lahan>
<Slayer mengayunkan pisaunya lalu terkena kaki Kimex>
Kimex : Aduh!
Slayer : Haha. Hari ini kau akan mati.
<Slayer mahu melakukan pukulan terakhir ke atas Kimex>
<Dalam saat yang genting itu, tiba-tiba>
Slayer : Aduh! Sakitnya bontot aku.
<Rupa-rupanya Zrun telah mengambil keris Taming Sari lalu menikam bontot Slayer. Slayer terjatuh>
Kimex : Terima kasih Zrun, tindakan kau tepat pada masanya.
Zrun : Kimex, macamana kau? Eh, kaki kau cedera la.
<Slayer yang terjatuh tu tiba-tiba bangun>
Kimex : Zrun, lari cepat. Jangan pedulikan aku.
Zrun : Tidak Kimex. Aku takkan meningalkan sahabat baik aku seorang diri.
Slayer : Cis budak. Berani kau cederakan aku yer. Sekarang siapa lagi yang dapat selamatkan kau?
<Tiba-tiba terdengar satu suara>
Polis : Letakkan senjata anda. Ini polis.
<Slayer terkejut lalu berpaling. Di belakangnya Cikgu Siti sedang mengacukan pistol kepadanya>
Slayer : Oh Cikgu Siti. Kenapa cikgu ada pistol?
Cikgu Siti : Aku sebenarnya Inspektor Siti. Sudah lama aku menyesaki ada kegiatan pengedaran dadah di sini tapi tiada bukti. Rupa-rupanya kau dalangnya.
Kimex : Cikgu, dadah tersebut diletakkan bersama lauk ayam yang lebih untuk memudahkan penyeludupan keluar dari sekolah ni.
Cikgu Siti : Sudahlah Slayer. Letakkan senjata tersebut. Kamu sudah ditangkap.
<Dengan tiba-tiba Slayer menyerang Cikgu Siti>
<Cikgu Siti mengelak serangan Slayer lalu menyerang tangan Slayer yang memegang senjata lalu senjata Slayer terlepas. Lalu Cikgu Siti menumbuk dan menendang Slayer sehingga Slayer terjatuh dan tidak bangun-bangun lagi. Cikgu Siti lalu mengenakan gari di tangan Slayer. Cikgu Siti lalu memanggil anak buahnya dengan walkie-talkie lalu pergi kepada Kimex dan Zrun>
Cikgu Siti : Kamu berdua tak apa-apa?
Kimex : Kami ok cikgu. Terima kasih kerana selamatkan kami.
Cikgu Siti : Terima kasih kepada kamu juga. Kerana kamulah Slayer dapat diberkas.
Zrun : Cikgu, tak sangka cikgu pandai berlawan.
Cikgu Siti : Mestilah, cikgu ni sebenarnya seorang Inspektor polis. Inspektor mestilah pandai berlawan.
Kimex : (pura-pura terkejut) Apa, cikgu seorang inspector polis? Ermm cikgu, Slayer sudah diberkas. Adakah cikgu akan terus mengajar di sini?
Cikgu Siti: Iya, kerana kerja mengajar ini hanya separuh hari. Cikgu masih boleh buat kerja polis di sebelah petang dan malam. Lagipun cikgu adalah dari bahagian unit polis yang menyamar sebagai orang biasa untuk memudahkan menangkap penjenayah.
Kimex : Cikgu, saya akan belajar rajin-rajin agar dapat A1 dalam pelajaran Sains.
Cikgu Siti : Baguslah kalau begitu. Tentang cikgu ni seorang polis, ini rahsia kita tahu. Jangan beritahu siapa-siapa.
Kimex dan Zrun : Baiklah Cikgu.
Cikgu Siti : Zrun, kamu bawa Kimex ke klinik untuk merawat luka Kimex. Saya akan uruskan Slayer.

<Kimex terhencot-hencot berjalan sambil dibantu Zrun. Cikgu Siti memantau anak buahnya yang membawa Slayer ke sebuah kereta polis.>

<Kimex dan Zrun keluar dari dewan makan. Kelihatan di tangan Kimex memegang keris Taming Sari. Sebagai tuan kepada keris Taming Sari yang baru, apakah lagi pengembaraan dan bahaya yang akan dilalui oleh Kimex pada masa akan datang dan bagaimanakah kehebatan hikmat keris Taming Sari yang masih belum dipelajari oleh Kimex iaitu hikmat meringankan badan dan hikmat kebal? Segala persoalan ini akan terjawab pada keluaran akan datang.>

TAMAT BUKU 1

SAS lingua

Ikan Jaket : ikan berjaket tebal yang hanya ditemui di dewan makan SAS
Kantoi : Tangkap

Ahad, 18 September 2011

Siapa Mat Indera Yang Namanya Jadi Sebutan Sekarang Ini?


Nama penuh: Ahmad bin Indera, berdarah pahlawan daripada keturunan Datuk Bentara Husin Lela Pahlawan Siak Seri Inderapura yang menjadi Panglima Kanan Sultan Sharif di Siak. Memiliki sifat terpuji seperti lemah lembut, peramah, mudah tersenyum, suka melawak, tidak mudah marah dan tidak gemar menyakiti hati orang lain.

Seorang hafiz al-Quran, gemar bernasyid, berkasidah dan berzanji. Berguru kepada Kiyai Haji Fadzil Bentan yang menjadi salah seorang guru dan penasihat DYMM Sultan Ibrahim. Dilahirkan pada 1920 di Kampung Gombak, Peserai, Batu Pahat. menamatkan persekolahan peringkat darjah enam sekolah agama pada tahun 1937, dan bertugas sebagai seorang guru agama di Parit Setongkat, Muar.


Melibatkan diri dalam politik dengan tujuan memerdekakan tahahair daripada penjajahan Inggeris. Beliau menjadi ahli sayap pemuda Parti Kebangsaan Melayu Malaya (PKMM) yang dipimpin Dr Burhanuddin al-Helmy dan Ishak Haji Mohammad;Mat Indera juga aktif didalam pergerakkan yang dikenali sebagai Angkatan Pemuda Insaf (API).

Mat Indera telah memilih untuk masuk ke hutan dan meneruskan perjuangan secara gerila pada bulan Jun 1948, mungkin terpengaruh dengan perjuangan Revolusi Indonesia menentang Belanda. Beliau bergerak di daerah Muar, sekitar kawasan Lenga, Pagoh, Jorak, Bukit Kepong dan Poris. Memandangkan gerakan gerila yang sudah sedia aktif bergerak di dalam hutan ialah kumpulan orang-orang Cina dikenali sebagai Bintang Tiga, maka Mat Indera tidak punya pilihan melainkan perlu membina hubungan dengan mereka sebagai pelindung walaupun hakikatnya matlamat perjuangan berbeza;atas dasar inilah Mat Indera dilabel sebagai komunis yang ganas, berbahaya dan tidak beragama. Mat Indera menjadi ketua gerila PKM Melayu bagi Daerah Muar, Batu Pahat dan Melaka.

Mat Indera menempa nama sebagai pejuang gerila yang paling dikehendaki apabila dikaitkan dengan peristiwa serangan Balai Polis Bukit Kepong. Sebaliknya menurut saksi, seorang anggota polis marin bernama Abu Bakar yang terselamat dalam serangan, Mat Indera tidak tidak terlibat menembak atau menyerang anggota Polis,malah sebaliknya melindungi dan menyelamatkan keluarga anggota polis di Rumah Pasong Bukit Kepong.

Mat Indera memang bertanggungjawab mengarahkan serangan tetapi arahan yang diberikan ialah untuk menangkap beberapa orang anggot polis yang berjudi dan mabuk pada malam Tahun Baru Cina, sebaliknya gerila-gerila Cina di bawah arahan beliau telah membuat pakatan rahsia dan mengingkari perintah lalu membakar dan membunuh polis.

Tragedi Bukit Kepong dijadikan alasan oleh Inggeris untuk mengukuhkan dakwaan keganasan dan kekejaman Mat Indera. Inggeris menetapkan reward $75,000 sebagai hadiah tawaran penangkapan. Mat Indera dikatakan mempunyai ilmu ghaib dan telah beberapa kali terlepas daripada tangkapan.

Namun salah seorang pengikutnya bergelar Mat Tukyo telah ditangkap Inggeris dan dipujuk untuk membelot bagi menangkap Mat Indera.Mat Tukyo berunding dengan 2 orang kawannya yang lain yang dikenali sebagai Beladang dan Misban.Mereka bersetuju untuk bekerjasama dengan Inggeris setelah permintaan mereka untuk diberi ganjaran sekeping tanah untuk tapak rumah dan kebun diterima oleh Inggeris.

Pada malam 14 oktober 1952, Mat Indera dijemput ke sebuah perjumpaan di kampung Seri Medan, dan dihidangkan tempe goreng dan air kopi yang bercampur dgn kecubung, yang boleh menyebabkan rasa mengantuk dan mabuk jia meminumnya. Mat Indera setelah diberi minum air kopi bercampur kecubung itu telah tidak sedarkan diri; maka pada ketika itulah Mat Tukyo mencabut segala tangkal. Di katakan tangan Mat Indera diikat dengan lalang dan kemudiannya dibawa ke Balai Polis Seri Medan. Adalah dipercayai kehilangan tangkal dan ikatan lalang menggugurkan semua kekuatan ilmu kebatinan beliau. Mat Indera semasa didalam tahanan Inggeris telah dipamerkan ke khalayak ramai sebagai sebahagian propaganda Inggeris.

Mat Indera dipenjarakan di beberapa tempat, dari Batu Pahat ke Johor Bahru, Pulau Pinang, Pudu dan Taiping. Di dalam penjara mat Indera didera. Akhirnya Mat Indera menjalani hukuman gantung sampai mati pada jam 11 malam 30 Januari 1953 di Penjara Taiping. Jenazahnya dikebumikan di Kampung Jambu Air, Taiping.

Antara cerita lain tentang Mat Indera ialah menahan komunis dari membunuh anggota polis yang cedera di depan balai polis sewaktu serangan di Rumah Pasong Bukit Kepong. Chin Peng pernah mengatakan sekiranya Mat Indera menyerah diri ketika itu, ramai orang Melayu yang menyertai PKM akan mengikut jejaklangkahnya juga. Manakala adik Mat Indera mengatakan bukan Mat Indera yang mengetuai serangan Balai Polis bukit Kepong.



Manakala menurut cerita orang, kali pertama kena tangkap, Mat Indera memberitahu yang dia hendak sembahyang dan minta izin untuk mengambil wudhuk, semase ambil air sembahyang Mat Indera dikatakan ghaib menghilangkan diri. Peristiwa kali kedua pula, Mat Indera minta hendak sentuh rumput semasa di tangkap, apabila beliau menyentu rumput, dikatakan Mat Indera sekali lagi dapat meloloskan diri secara ghaib. Akhirnya Mat Indera kecundang juga setelah terminum air kopi yang dibubuh buah kecubung. -lanailestari

RENCANA INI TERSIAR DI AKHBAR BERITA HARIAN PADA 13/12/2010

Kopi kecubung tewaskan kekebalan Mat Indera

NAMA Jawa Ponorogo pernah terkenal dengan berita penangkapan anggota komunis, Ahmad Indera atau dikenali sebagai Mat Indera, berdarah pahlawan daripada keturunan Datuk Bentara Husin Lela Pahlawan Siak Seri Inderapura yang menjadi panglima kanan Sultan Sharif di Siak.

Meskipun Mat Indera dikaitkan sebagai pengganas oleh sesetengah orang kerana pembabitannya dalam komunis dan dilabelkan sebagai petualang oleh kerajaan Inggeris, ramai masyarakat Jawa Ponorogo menganggapnya pejuang dalam menuntut kemerdekaan, cuma memilih jalan yang salah.

Pemuda kelahiran Kampung Gombak, Peserai, Batu Pahat itu mempunyai peribadi tinggi dan dikatakan kuat beribadat serta tinggi pengetahuan agamanya. Justeru, dia disenangi penduduk di Sri Medan yang kerap membantunya membekalkan makanan ketika dia dalam parti komunis.

Namun, tekanan yang diberikan Inggeris terutama kepada rakan karibnya, Mat Tukyo supaya menangkap Mat Indera atau tindakan tegas dikenakan terhadap penduduk Sri Medan menyebabkan mereka tiada pilihan selain memastikannya ditangkap. Namun, bukan kerja mudah menangkapnya kerana kehebatan dan ketinggian ilmu Mat Indera.

Ugutan Inggeris terus menjadi tekanan kepada penduduk Sri Medan termasuk untuk memindahkan mereka dan mengambil tindakan tegas kepada mereka yang membantu membekalkan makanan kepada Mat Indera.

Penangkapan Mat Tukyo oleh Inggeris sebelum ditawarkan beberapa ganjaran selain hidup bebas di Sri Medan menjadi kemuncak tindakan nekad penduduk Jawa Ponorogo, namun perlu melalui kaedah terancang kerana semua mengetahui kesaktian Mat Indera.

Pada 14 Oktober 1952, lima lelaki Jawa Ponorogo yang diketuai Md Sham dan dibantu Ismail Mustakim (Misban), Beladang, Mat Tukyo dan Bajuri menggunakan tipu helah untuk memberkas Mat Indera.

Ia bermula dengan jemputan Mat Tukyo dan Misban untuk mengadakan perbincangan mengenai pelan bantuan orang kampung kepada Mat Indera. Dalam perbincangan itu, dia dijamu dengan tempe dan kopi yang dicampur kecubung. Akibat itu Mat Indera mabuk dan mengantuk.

Kesempatan itu digunakan untuk menanggalkan semua tangkal serta mengikat tangannya dengan lalang. Dikatakan, kerana itulah ilmu ghaib dan kehebatan Mat Indera tidak lagi dapat digunakan.

Bekas ketua kampung Parit Warijo, Malik Samuri menjadi saksi bagaimana Mat Indera dibawa dengan basikal sedang tangannya diikat daun lalang. Peristiwa itu sebenarnya menimbulkan pelbagai reaksi masyarakat Jawa Ponorogo. Ada yang gembira dan ada yang sebak.

Mohd Abidin Ismail iaitu anak salah seorang yang menangkap Mat Indera, Misban, berkata meskipun terbabit secara langsung dalam tipu helah itu, sepanjang hidup ayahnya tidak pernah menyatakan kebanggaan atas kejayaan itu, malah tidak sesekali melabelkan Mat Indera sebagai petualang.

“Cuma apa yang kerap diceritakannya ialah tindakan mereka ketika itu adalah disebabkan tekanan yang dihadapi akibat ugutan Inggeris. Mungkin ada melabelkannya sebagai petualang tetapi saya merasakan dia seorang pejuang tetapi memilih jalan yang salah.

“Tidak adil terus melabel Mat Indera sebagai pengkhianat kerana dia juga berjuang untuk menuntut kemerdekaan. Cuma kumpulan yang disertainya itu tidak sesuai, itupun disebabkan tiada kumpulan lain ketika itu. Kumpulan Melayu lain terlalu lambat bertindak” katanya. -BH