Sunday, 21 August 2011

Ramalan Nostradamus dan Terjemahannya


Selain dari keterangan semua agama besar, di dunia ini terdapat pula sekumpulan peramal yang terkenal di dunia yang turut meramalkan kedatangan seorang pemimpin yang bertaraf dunia, yang akan turun untuk menjalankan pemerintahan yang sangat adil pada zaman ini, pada abad ini, kurun ini dan abad ini.
Memang meramal sesuatu ramalan adalah sesuatu yang buruk, dapat mempengaruhi akidah dan keyakinan kita.
Akan tetapi ramalan yang isinya sesuai dengan isi hadits-hadits, berita-berita dari para sahabat r.a, kasyaf para wali dan firasat para mukmin tidak salah jika disebutkan karena keterangan mereka ini sebenarnya membantu menjelaskan lagi maksud hadits-hadits, dalil-dalil, kasyaf-kasyaf dan firasat-firasat itu.
Sebagian mereka ini adalah peramal semata, sedangkan sebagian lagi adalah orang-orang besar dari agama masing-masing, yang telah mencapai taraf kasyaf pula (menurut pandangan agama mereka).
Diantara peramal yang amat terkenal pada hari ini adalah Michel de Nostredame atau Nostradamus, suatu nama yang hampir sudah tidak perlu diperkenalkan lagi, kerana sudah begitu terkenalnya. Ramalan-ramalannya sudah umum tersebar dan bukan sedikit pula yang sudah menjadi kenyataan. Diantara ramalannya yang sangat menggoncangkan dunia Barat ialah bahawa seorang pemimpin baru bertaraf dunia akan muncul, Islam akan kembali menguasai dunia pada abad baru ini, dan seterusnya memerangi Kristian–Eropah.
Ramalannya baahwa seorang pemimpin baru beragama Islam akan muncul dan seterusnya menguasai seluruh dunia adalah berdasarkan ramalan beliau seperti berikut :
In the year 1999 and seven months
from the sky will come the great King of Terror.
He will bring back to life the King of the Mongols;
Before and after, war reigns.
Pada tahun 1999, bulan tujuh
dari langit akan turun seorang Raja Agung.
Dia akan menghidupkan kembali Khalifah
sejak itu dan seterusnya, perang meletus.
Tempat muncul pemimpin tersebut adalah di sebuah negara di sebelah Timur bukan di negara Arab atau di sebelah Barat, berdasarkan ramalan berikut:


From the three water signs (seas) will be born a man
Who will celebrate Thursday as his feast day
His renown, praise, reign, and power will grow
On land and sea, bringing trouble to the East
Dari pertemuan tiga laut, akan lahir seorang lelaki
Yang merayakan hari Kamis
Namanya, kemuliaan, jajahan dan kuasanya naik
Di darat dan laut, menggoncangkan seluruh Timur.
Pemimpin tersebut akan memimpin pasukannya yang besar untuk menyerang dan menakluki Eropah, dan dibantu oleh seluruh umat Islam.
One who the infernal gods of Hannibal
Will cause to be reborn, terror of all mankind
Never more horror nors the newspapers tell of worse in the past
Then will come to the Romans through Babel (Iraq)
Dialah dewa pembunuh manusia
Membangkitkan ketakutan kepada manusia
Tidak terbayangkan sebelumnya kengerian ini
Kemudian mendatangi Barat melalui Iraq.
Pemimpin tersebut memerangi, mengalahkan dan memasuki Eropah dengan memakai sorban biru, membawa hukum-hukum Islam untuk diamalkan seluruh penduduk Eropah, dan peristiwa besar inilah yang amat menakutkan setiap hati pemimpin Kristian dan Yahudi.
This King will enter Europe wearing a blue turban,
He is one that shall cause the infernal gods of Hannibal to live again
He will be the terror of mankind
Never more horror
Raja ini memasuki Eropah memakai serban biru
Dia menjadi dewa pembunuh seluruh manusia
Dia menakutkan bagi seluruh manusia (si kafir)
Tiada lagi yang lebih menakutkan.
Seorang Santri Wali Songo yang amat terkenal di Pulau Jawa, Sabdopalon, turut menyebutkan bahwa seorang pemimpin akan dibaiat oleh sembilan tokoh Wali Ghausul Alam yang diketuai oleh seseorang dari Malaysia yang disebutkan sebagai Syeikh Malaya. Beliau menyebutkan bahwa, “pemimpin datang dengan pakaian serba putih dibantu oleh Rijalu’llah Ghaib atau juga disebut Wali Ghosul’alam sembilan yang di antaranya adalah Syech Malaya yang turun dari tanah Arab.”
Sunan Gunung Jati turut membuat ramalan berdasarkan kasyaf dari Allah bahwa kebangkitan Islam kali kedua ini akan dipimpin oleh seorang tokoh yang memakai serban. Dia dikatakan amat berpegang teguh pada serban kanjeng (ekor serban) Nabi Muhammad s.a.w. Yang dimaksudkan dengan serban kanjeng itu adalah pemimpin umat yang terakhir, sesuai dengan kedudukan ekor serban yang terletak paling ujung. Serban kanjeng juga dapat diartikan benar-benar mengikuti setiap sunnah yang diamalkan oleh Rasulullah s.a.w. semasa hayatnya.
Peramal dari Jawa yang disebut sebagai Pangeran Wijil, yang mengarang Kitab Rangka Jayabaya, turut membuat ramalan bahwa pemimpin yang dimaksudkan itu lahir di Makkah, memakai serban yang berlambang bunga tujuh cabang, orangnya selalu kesandung kesampar. Dia tidak pernah diduga akan menjadi pemimpin umat manusia pada suatu hari nanti. Dikatakan lebih lanjut bahwa sebelum raja baru ini muncul akan terjadi huru-hara dan kerusuhan. Dan raja itulah yang akan menjadi penengah di antara pihak yang bertikai itu.
Tanpa diduga, seluruh umat manusia setuju melantiknya sebagai pemimpin mereka karena jasanya yang sangat besar dan menakjubkan.


PENGAKUAN ORANG-ORANG BARAT TERHADAP KHALIFAH ISLAM

Agenda Yahudi kesembilan IX (untuk memusnahkan umat Islam) Menjauhkan umat Islam dari memegang tampuk pemerintahan di negara-negara Islam dan jangan beri kesempatan bergerak.
Berhubungan dengan hal itu, seorang orientalis Inggris, Montgomery Watt, menulis dalam London Times pada tahun 1968 “Kalau sudah ditemui seorang pemimpin Islam yang (benar-benar) pantas dan berbicara dengan Islam yang sesungguhnya, kemungkinan agama itu akan (bangkit seperti dulu) dan akan menjadi sebuah kekuatan politik yang besar di dunia ini sekali lagi.”
Yang beliau maksud adalah pemimpin yang bertaraf khalifah, bukan bertaraf Perdana Menteri atau Presiden yang hanya layak memimpin dalam wilayah yang terbatas atau dibatasi, atau sekurang-kurangnya di seluruh negara Islam.
Bekas Perdana Menteri Israel, Ben Gurion pernah dilaporkan berkata, “ Sesungguhnya yang paling menakutkan kami adalah, kalau dalam dunia Islam, sudah lahir seorang Muhammad baru”
Muhammad baru yang dimaksud tidak lain adalah Imam Mahdi Al Muntazar, dan bayangan jemaahnya karena Imam Mahdi itu dilahirkan dengan nama Muhammad bin Abdullah sama dengan nama Rasulullah SAW. Jelaslah bahwa pihak Barat sangat ketakutan pada seseorang yang bernama Muhammad dan ketakutan mereka ini tidak dapat disembunyikan lagi.
Jelas umat Kristen dan Yahudi jauh lebih peka daripada kita, umat Islam sendiri dalam hal mempercayai dan meyakini kedatangan Imam Mahdi ke dunia ini. Mereka sentiasa waspada menanti tibanya seorang pemimpin Islam bernama Muhammad, (mereka mengkaji hadits-hadits dan mempercayainya hingga yang terkecil termasuk penyimpangan atau tipuan hadits-hadits (dhaif) tersebut, dan berusaha untuk menghalangi kebangkitan Imam Mahdi ini). mereka tahu tempat keluarnya, ‘saat’ tanda -tanda keluarnya muncul.
Pada waktu yang sama kita (umat Islam) masih sibuk berselisih mengenai sahih atau dhaifnya hadits-hadits itu.
Yang tidak percaya sibuk menekan golongan yang percaya, manakala yang percaya sibuk mempertahankan diri dari ejekan yang tidak percaya. Hingga tidak akan pernah dapat mencapai titik temu. Siapa lagi yang harus disalahkan dalam hal ini?

No comments:

Post a Comment